DIALEKSIS.COM | Tajuk - Di tengah dinamika politik yang kian riuh, publik kembali dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar: untuk apa sebenarnya lembaga legislatif hadir? Apakah ia menjadi penyeimbang kekuasaan yang sehat, atau justru berubah menjadi arena pertarungan yang kontraproduktif bagi kepentingan rakyat?
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Berlembaran momen untuk otokritik sekaligus kontemplasi terhadap diri sendiri seperti apa perilaku kita terutama kita yang diberi mandat sebagai anggota dewan dalam momentum berlebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan Sabtu, 21 Maret 2026. Idul Fitri, sebagai hari raya yang menandai berakhirnya Ramadan, lazim dirayakan dengan silaturahmi, kunjung-mengunjungi, dan upaya menata ulang hubungan sosial yang selama setahun mungkin mengeras oleh salah paham, jarak, atau ego.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Dalam sistem demokrasi modern, keberadaan lembaga legislatif adalah tiang utama dalam arsitektur pemerintahan yang sehat. Montesquieu, dalam teorinya tentang trias politica, menekankan pentingnya pemisahan kekuasaan untuk mencegah dominasi satu institusi atas yang lain. Namun, realitas politik hari ini, terutama di tingkat lokal, justru menunjukkan arah sebaliknya. Wakil rakyat, yang semestinya menjadi pengawas jalannya kekuasaan, kini tampak lebih sering bertindak sebagai penjaga gerbang bagi agenda eksekutif.